Perayaan Gapurabola, juga dikenal sebagai Festival Cahaya, adalah perayaan budaya yang diperingati oleh masyarakat adat Dayak di Kalimantan. Acara tahunan ini dirayakan dengan penuh antusiasme dan semangat, karena memiliki makna budaya dan spiritual yang mendalam bagi masyarakat.
Perayaan Gapurabola biasanya berlangsung pada saat bulan purnama bulan ketiga penanggalan Dayak, yang biasanya jatuh pada bulan September. Festival ini merupakan ajang bagi masyarakat Dayak untuk berkumpul dan merayakan warisan budaya, tradisi, dan spiritualitas mereka.
Salah satu aspek terpenting dalam Perayaan Gapurabola adalah penyalaan lampu minyak tradisional yang dikenal dengan nama “gapurabola”, yang terbuat dari bambu dan diisi dengan minyak kelapa. Lampu-lampu ini dinyalakan pada malam hari dan ditempatkan di sekitar desa, menciptakan tampilan cahaya dan warna yang indah dan mempesona.
Penyalaan lampu gapurabola dipercaya melambangkan kemenangan cahaya atas kegelapan, kebaikan atas kejahatan, dan pengetahuan atas kebodohan. Ini adalah waktu bagi masyarakat untuk merefleksikan nilai-nilai dan keyakinan mereka, dan menegaskan kembali komitmen mereka untuk menjalani kehidupan yang benar dan baik.
Selain penyalaan lampu gapurabola, festival ini juga dimeriahkan dengan pertunjukan musik dan tari tradisional, pameran budaya, warung makan yang menjual masakan tradisional Dayak, serta berbagai kegiatan dan acara lainnya. Ini saatnya masyarakat berkumpul, bersosialisasi, dan mempererat ikatan satu sama lain.
Kemeriahan Gapurabola tidak hanya menjadi ajang perayaan dan kegembiraan, namun juga ajang refleksi dan pembaharuan spiritual. Inilah saatnya bagi masyarakat Dayak untuk kembali berhubungan dengan akar leluhurnya, menghormati tradisi dan adat istiadatnya, serta memberikan penghormatan kepada leluhurnya.
Secara keseluruhan, Kemeriahan Gapurabola merupakan momen kegembiraan, persatuan, dan kebanggaan budaya masyarakat Dayak. Ini adalah perayaan yang menyatukan komunitas dan memperkuat rasa identitas dan kepemilikan mereka. Melalui perayaan festival ini, masyarakat Dayak dapat melestarikan dan mewariskan kekayaan warisan budaya mereka kepada generasi mendatang, memastikan tradisi dan adat istiadat mereka terus berkembang hingga tahun-tahun mendatang.
